SYARIFAH NAWAWI (1896-1988)
WANITA YANG DIGANDRUNGI TAN MALAKA
By H.N Falah Amru-DPR RI
Tan Malaka, sang bapak republik sangat gandrung dengan satu wanita, bernama Syarifah Nawawi. Tan lebih muda 1 tahun, lahir 1897 sedang Syarifah 1896. Tidak hanya cantik, wanita Minang ini sangat cerdas, anak guru terhormat, Nawawi Soetan Makmoer. Mereka berdua bukanlah warga biasa, keduanya mampu mengenyam pendidikan Sekolah Raja (Kweekschool), dua dari 75 murid bumiputra yang layak sekolah di situ. Dan, Syarifah satu-satunya wanita.
Lewat perjalanan takdir, dua remaja ini berpisah. Tan Malaka yang pintar mendekati jenius dapat beasiswa ke Belanda sedang Syarifah meneruskan pendidikan ke Salemba School Batavia. Tan Malaka sangat mencintai wanita ini, ia kerap menulis surat kepada Syarifah namun tak terbalas. Sejarah mencatat, wanita ini lantas menikah dengan bangsawan Sunda, Bupati Bandung, Wiranatakoesoema V yang kelak menjadi mentri Dalam Negeri pertama Republik Indonesia. Sayang perjalanan pasutri Minang-Sunda ini tak bertahan lama, ada problem intern rumah tangga. Sewaktu Syarifah pulang ke kampung halamannya Bukit Tinggi, dia diceraikan lewat telegram. Di jaman itu, perceraian dua tokoh terkenal Bandung ramai diperbincangkan sampai masuk koran. Agus Salim, tokoh nasional asal Minang dikatakan mengecam perceraian ini karena ada ‘bumbu’ sentimen kesukuan. Kabarnya Syarifah kurang bisa beradaptasi dengan budaya Sunda.
