Jatim1.com – Jaringan Aktivis Demokrasi Indonesia (JAKDI) mendesak Gubernur Jawa Timur mengevaluasi sekaligus mencopot Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Desakan tersebut disampaikan dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, Selasa (4/8/2026).
Koordinator JAKDI, Ery Mahmudi, menegaskan bahwa persoalan paling mendesak adalah tingginya angka anak usia 16–18 tahun yang tidak mengenyam pendidikan menengah di beberapa daerah. Berdasarkan data yang dimiliki JAKDI, persentase anak putus sekolah pada kelompok usia SMA di Kabupaten Sampang, Bangkalan, dan Probolinggo mencapai sekitar 50 persen.












