Opini  

SYI’AR DALAM SELAKSA JALAN

Setelah cukup barulah beralih ke tahap selanjutnya, giat syiar di kalangan yang urgent diberikan pencerahan. Langkah persuasifnya jelas, tabayyun dan dialog, musyawarah diskusi tanpa menghakimi.

Dalam bahasa lugasnya, hang out dan blend in. Modal toleran, santai dan tidak intimidatif tentu perlu, golongan ahlus sunnah wal jamaah paham betul cara ini, termasuk pendekatan budaya dan sosial.

Tokoh-tokoh Islam era dahulu sudah mencontohkannya. Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang mengutus Abdullah bin Abbas hadapi kelompok Khawarij ekstrem. Imam Hasan al-Bashri yang sangat gigih membendung pemikiran menyimpang di awal masa Islam, Walisongo yang bersyi’ar lewat pendekatan kultural merangkul masyarakat era lebih baru tentu yang dilakoni Abah KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdurahman Wahid atau KH. Hamim Thohari Djazuli, yang akrab disapa Gus Miek dan generasi setelahnya.

Baca Juga :  Demokrasi ' Ala Kadarnya....'??

“Bahkan seperti kita paham, insan mulia Kyai Nusantara semisal KH. Wahab Hasbullah, muassis Nahdlatul Ulama juga seorang bikers. Sampai kini, teman-teman motoris yang paham sejarah hormat kepada beliau sebagai tokoh motor nasional yang inspiratif,” jelas Kang Boim lagi.

Perkara ini pernah dibahas dalam sejarah Universitas Padjadjaran, Juhana Sutisna alias Kang Joe yang juga artis film.

”Walau tidak detail infonya, Mbah Wahab sesuai jamannya memakai Birminghall Small Arm (BSA-Goldstar M20) atau Harley-Davidson 45 cu atau 750 cc The Forty Five versi sipil,” ulasnya.

Baca Juga :  Upaya Hukum Konsumen atas Kerugian dalam Pembelian Produk Cacat

“Mbah Wahab di jamannya Kyai kaya tapi tidak suka flexing macam orang jaman sekarang. Bisa juga beliau memakai Brough Superior, Rudge, Norton atau bahkan Vincent. Diingat sejarah juga koleksi Muscle Car semacam Impala atau Chevrolet Bell Air,” jelasnya lagi.

Kang Boim juga menambahkan terispirasi KH. Abdullah Ubaid, Kyai muda Nahdlatul Ulama, bikers sejati, wafat dalam kecelakaan riding saat perjalanan pulang hadiri Muktamar ke-13 NU di Menes Banten. Beliau terjatuh dari Harley-Davidson kesayangannya pada tahun 1938.

Dalam profil lainnya ada juga teringat lelaku H. Mahbub Djunaidi, tokoh NU yang akrab bergaul dengan kalangan motoris. Dalam buku Outsiders Kisah Para Penunggang motor -versi Inggris- One Nationz Under Outsiders ada ditulis pergaulan almarhum dengan geng motor era 90-an.

Baca Juga :  MBah Ma’shum - Muhammadun bin KH. Ahmad bin Abdul Karim (Lasem) ADIL, MODERAT, TOLERAN

Itulah jalan syi’ar. Banyak jalan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *