Opini  

SYI’AR DALAM SELAKSA JALAN

Oleh Isfandiari MD

Ini nyata, orangnya masih wara-wiri, masih muda dan aktif. Ia H. Fitrah Dani Ahmad, M.Sos, orang-orang menyambut Kang Boim. Dia contoh menarik, hidup dalam dua dunia, dijalankan bersama.

Sisi pertama, lelaku spiritual ‘isi bensin’ bergiat di kalangan Kyai dan santri. Dia wakil sekretaris GP Ansor Jabar, banguntu GP Ansor Cimahi, pengurus MUI, ketua Yayasan Darul Huffadz Mubaroka, pengasih pesantren Darul Huffadz Cimahi. Apa lagi…, pendiri Darul Huffadz Cendikia Cianjur, jebolan Pesantren Tebu Ireng dan seterusnya.

Jelas tergambar dia ulama muda, aktivis ormas keagamaan. Sisi keduanya bernuansa syi’ar. Sebagai tulang punggung alias tatib klub motor MMC Outsiders Nationz, ia getol berdakwah. Hampir di setiap acara magang klub ia didaulat naik mimbar memberikan siraman rohani yang menggambarkan bahwa Allah itu asyik dan layak dicintai.

Baca Juga :  Catatan Harian sebelum Tidur untuk Bunda Jawa Timur

Objek dakwahnya para bikers heterogen. Ada orang brengsek, sedikit alim atau yang biasa-biasa saja. Sebagai agamawan, Kang Boim dianggap sukses hang out, melebur, berbaur ala motor anak-anak. Tak berjarak, tanpa sekat.

Prinsipnya begini: Dalam bersyi’ar, seimbangkan antara fikih dan tasawuf sebagai ciri Aswaja. Ia mengutip ayat Al-Qur’an, QS. Al-Hujurat: 13:

Baca Juga :  MASUKAN UNTUK MUKTAMAR KE 35 PBNU ORGANISASI BESAR WAJIB LINDUNGI KELOMPOK RENTAN

“Wahai manusia! Sungguh kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku suku agar kami seling mengenal..”

Ia juga membagikan beberapa ayat lain, QS. Luqman; 18, ”Dan janganlah kami menjamin wajah manusia karena sombong dan jangan berjalan di muka bumi dengan angkuh..”

Diteruskannya dengan QS. An-Nisa: 36, ”…Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil…”

Jebolan pesantren Tebu Ireng ini bilang, tergantung bawaan kita.

Baca Juga :  PREMAN ITU!... PENGUASA

“Dengan siapa saja asal baik dan santun. Hormati perbedaan suku bangsa, status sosial selalu tebarkan salam senyum dan perkataan baik. Jangan lupa selasksa energi kesabaran atas kekurangan orang lain.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *