Jatim1.com-KOPRI PMII Rayon Adab dan Humaniora berkolaborasi dengan
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel
Surabaya (UINSA) menyelenggarakan SRIKANDI (Sentra Kriya Jahit Mandiri) Vol. 1.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang 9.6, Gedung FPK Lantai 9 UINSA, mulai pukul 08.45 WIB
ini merupakan sekolah kepelatihan yang terbuka bagi mahasiswa secara umum. SRIKANDI
dihadirkan sebagai ruang untuk mengembangkan keterampilan, minat, kreativitas, serta
potensi mahasiswa melalui kegiatan yang produktif dan aplikatif.
Gagasan pelaksanaan SRIKANDI berangkat dari keresahan kader perempuan KOPRI terhadap
maraknya budaya konsumerisme di kalangan mahasiswa. Ketua KOPRI PMII Rayon Adab dan
Humaniora menyampaikan bahwa keresahan tersebut kemudian mendorong KOPRI untuk
menghadirkan kegiatan kepelatihan karya puan dengan memanfaatkan kain perca sebagai
bahan utama untuk menghasilkan karya yang menarik sekaligus memiliki nilai guna dan nilai
jual.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi materi bersama Bima Ramadhan, Duta UMKM Jawa
Timur 2024, yang membahas dasar-dasar personal branding produk UMKM. Selain
memberikan wawasan mengenai pengembangan produk, Bima juga mendorong mahasiswa,
khususnya generasi Z, untuk berani berkarya dan tidak menunda keinginan untuk menjadi
pribadi yang berdaya.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Listya Dyah Rahayu selaku desainer fashion. Dalam sesi
tersebut, peserta diajak mempraktikkan pembuatan gantungan kunci menggunakan dakron
dan kain perca yang dibentuk menjadi karakter buah-buahan. Teknik yang diberikan
disampaikan secara sederhana sehingga dapat diikuti oleh peserta, termasuk mereka yang
belum memiliki kemampuan menjahit.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik. Dengan bahan yang telah disediakan, peserta
secara aktif mengikuti proses menjahit dan membuat seni kriya hingga menghasilkan
berbagai karya yang unik, kreatif, dan menarik.
Bagi peserta, SRIKANDI tidak hanya menjadi ruang untuk belajar keterampilan baru, tetapi
juga menjadi aktivitas yang menyenangkan di tengah rutinitas perkuliahan. Kegiatan ini dinilai
mampu menjadi ruang untuk melepas penat sekaligus memberikan pemahaman bahwa
menghasilkan sebuah produk tidak selalu membutuhkan modal besar.
Selain keterampilan, kegiatan tersebut juga mengajak mahasiswa untuk lebih sadar terhadap
limbah pakaian dan bijak dalam melakukan konsumsi. Pemanfaatan kain perca menjadi
produk baru menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi limbah sekaligus
mengubah barang yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang memiliki nilai.
Meski demikian, pelaksanaan SRIKANDI Vol. 1 juga menyisakan catatan. Meskipun kegiatan
dibuka untuk umum, mayoritas peserta yang hadir merupakan perempuan. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa sejumlah bidang keterampilan, seperti memasak, make up, desain,
hingga menjahit, masih kerap dilekatkan pada gender tertentu.
Karena itu, ke depan SRIKANDI diharapkan dapat menjadi ruang yang semakin inklusif dan
dapat dinikmati oleh seluruh mahasiswa tanpa memandang gender. Keterampilan dan
kreativitas pada dasarnya bukan milik kelompok tertentu, melainkan kemampuan yang dapat
dipelajari dan dikembangkan oleh siapa saja.
Melalui SRIKANDI Vol. 1, KOPRI PMII Rayon Adab dan Humaniora berharap mahasiswa tidak
hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat
mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan minat dalam bidang seni kriya serta jahit
mandiri. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil untuk membangun
budaya berkarya, mengurangi konsumerisme, dan mendorong mahasiswa untuk berdaya
melalui kreativitas.
SRIKANDI Vol. 1: KOPRI Adab Dorong Mahasiswa Berkarya melalui Sekolah Kepelatihan Puan












