Air Mata Seorang Ibu, Jeritan Keadilan: KOPRI PMII Surabaya Berdiri Bersama Korban Peluru Nyasar di Gresik

Jatim1.com-Tangis Dewi Murniati pecah di tengah ruang audiensi yang penuh harap. Di hadapan para pemangku kebijakan, ia tak sedang mencari belas kasihan, melainkan menuntut keadilan untuk anaknya, DFH (14), yang menjadi korban dugaan peluru nyasar saat sedang mengikuti kegiatan di sekolah. Air mata seorang ibu itu menjadi suara yang menggugah nurani: bahwa luka anaknya adalah luka bersama yang tak boleh diabaikan.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada 17 Desember 2025. Saat DFH, siswi SMPN 33 Gresik, sedang mengikuti kegiatan sosialisasi di musholla sekolah, sebuah benda yang diduga proyektil peluru tiba-tiba mengenai punggung tangan kirinya. Suasana belajar yang semestinya aman berubah menjadi tragedi yang meninggalkan luka fisik sekaligus trauma mendalam bagi korban dan keluarganya.

Baca Juga :  Ikatan Pemuda Islam Indonesia (IPII) Demo dan menyerahkan Laporan di Dumas KPK RI terkait Dana Hibah Dinas peternakan Jawa Timur

Dugaan sementara menyebutkan bahwa peluru tersebut berasal dari aktivitas latihan menembak di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang Surabaya. Jika benar demikian, maka ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan sebuah kelalaian serius yang mengancam keselamatan warga sipil, bahkan anak-anak yang tengah berada di lingkungan pendidikan.

Ketua KOPRI PC PMII Surabaya, Nur Laila Fitria, menegaskan bahwa peristiwa ini tidak boleh dianggap selesai hanya dengan permintaan maaf. Negara, menurutnya, wajib hadir memastikan keamanan warganya, dan ketika kelalaian itu menimbulkan korban, maka tanggung jawab hukum dan moral harus ditegakkan.

Baca Juga :  Aliansi Kebangsaan Surabaya bersama Masyarakat Lintas Etnis Surabaya komitmen memenangkan Pasangan No 1 Eri - Armudji

“Tidak ada satu pun anak yang pantas terluka karena kelalaian sistem keamanan. Ketika ruang sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman justru ditembus ancaman dari luar, maka negara harus hadir memberikan kejelasan dan keadilan,” tegas Nur Laila.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *