Opini  

MBah Ma’shum – Muhammadun bin KH. Ahmad bin Abdul Karim (Lasem) ADIL, MODERAT, TOLERAN

Dari ketekunan inilah, lahir ulama penerus yang bersinar, sebut saja, KH. Abdul Hamid Pasuruan, KH. Abdullah Faqih Langitan, KH. Bisri Musthofa Rembang, KH. Mustamid Abbas Buntet Cirebon, KH. Subki Masyhadi Pekalongan, dan masih banyak lagi.

Sebagai tokoh Nahdlatul Ulama, citra yang paling menonjolnya ada pada sikap tasamuh (toleransi), tawazun (berimbang), i’tidal (adil), dan tawassuth (moderat). Empat pilar penting menjaga keutuhan nusantara. Dari sanalah yayasan bangsa yang beragam terbentuk.

Hingga kini, rasa keberagaman itu terasa di Lasem. Hadir kyai yang santun, adem tidak meledak-ledak, jauh dari radikalisme, tidak jumud, tidak kaku, tidak kaku!

Baca Juga :  Golkar Institut Memulai Pelaksanaan Executive Education Program For Young Political Leader Batch 19, Ace Hasan: Golkar Institute Menjadikan Politik Lebih Menarik

Kebalikannya, kyai yang cergas bergaul, santri-santrinya jadi garda terdepan wajah Islam yang rahmatan lil alamin. Coba saja pelesir ke sana, getaran hubungan antaragama terjalin harmonis, percampuran antarbudaya lancar tanpa banyak kendala.

karya Hadir budaya Batik Tiga Negri, pengaruh cita rasa seni Cina-Arab-Jawa, kulinernya juga paduan dan siapa tahu sempat, silakan nongkrong di kedai kopi toleransi berjuluk Jinghe di sudut Lasem.

Baca Juga :  Hari Solidaritas Hijab Internasional

Warung kopi sederhana yang sering dikunjungi beragam tokoh agama, diskusi tentang keragaman mereka. Menyoal ini, monggo simak film dokumenter singkat ‘Tersesat Dalam Surga’ berjudul Zona Tanpa Sumbu di YouTube.

Jumat, 20 Oktober 1972 (12 Ramadhan 1392 H) selepas shalat Jum’at, si Mbah berpulang. Jenazahnya dimakamkan di komplek Masjid Jami’ Lasem yang berdekatan dengan makam para masyayikh Lasem lainnya.

Tak jauh juga dari sana berdiri museum Islam Nusantara, berarsitektur Rumah Gadang khas Minangkabau, wujud penghormatan keluarga atasnya, Sultan Mahmud Al Minangkabawi yang datang ke Jawa, berguru di Sunan Bonang dan tinggal di Lasem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *