BERAGAM DALAM ZUMBA DAN MUSIK

Oleh Isfandiari MD

Mian Saif, sahabat asal Pakistan yang bekerja di Indonesia tampak menikmati riungan. Sesekali ia muncul dalam dialog standar. “Dari mana asalmu?” dan seterusnya. Ia tampak betah berlama-lama di acara bertajuk Zumba Party Keberagaman Nusantara, SQ Park Serpong (6/9) lalu. Pastinya bukan hanya dia, banyak pengunjung dan peserta tampak menikmati. “Jarang, zumba aerobik-senam gabung dengan gelaran band,” nilai Ellan, warga Tangerang penyuka musik rock. Kebetulan 3 band yang tampil mengusung genre kesukaannya.

Tantin St-Dio sebagai penyelenggara punya konsep unik.”Kami gabungkan dua habitat yang biasanya terpisah, ibu-ibu zumbamania dan musisi dalam band,” buka Tantin Octavia ketua penyelenggara. Mereka juga ajak kolab HK Production Cinere dan Nada Bumi, label dan agregator menaungi band-band pop, rock juga punk. “Ajakan itu kami sambut. Seru juga jika keduanya gabung,” tutur Pungky Moektio, pemilik HK Production Cinere.

Makin seru, tema yang diusung catchy, soal keberagaman. Konsep dasarnya, seluruh peserta Zumba memakai pakaian busana daerah dari seluruh nusantara. Busana dari Aceh sampai Papua ada dalam satu momen, berjoget bersama dalam irama menghentak termasuk lagu-lagu dari daerah dalam beat cepat sesuai kebutuhan.

Exit mobile version