Kolaborasi ini tak cuma-cuma dua pihak. Forum Keberagaman Nusantara (FKN) juga ikut bergabung. Malahan ketua umum Tuanku Alamsyah Arif Rahmansyah Marbun ikut hadir bersama rombongan. “Kami selalu mendukung jika terkait dengan harmoni nusantara dalam keberagaman. Event ini memberikan suasana betapa menyenangkannya persatuan,” bangga Arif yang didaulat memberikan berbagai macam di event ini. “Memang bagus jika komunitas musik dan zumba tampil di acara yang sama,” tambah Pungky Moektio yang kali ini menurunkan tiga bandnya: Jentre, Reborn Ryota dan Azamm6 .
Perhelatan ini menjadi magnet zumbamania seputaran Banten, Jakarta sampai Bogor. “Hadir zin-zin ternama seperti Zin Devi, Tetew, Indri, Indri Hap dan Paul. Hadir coach aerobik Lian, Rere, Rizna Bolly, Lia, Graha dan bintang tamu Zin Billy,” jelas Zin Tantin Octavia. Support pihak lain juga besar, pabrikan kosmetik berbendera Nusantara Natural- kulit alami untuk kecantikan alami Anda- ikut gabung bersama produk permen Davos, 87 Sport Wear, BPR Lestari Banten dan Femmy Fyber. Produk-produk mereka menjadi incaran ibu-ibu saat sesi doorprize dan pemenang kostum terbaik. “Kami mendukung dan sosialisasi kredit rakyat dan UMKM,” papar Ibu Linda mewakili BPR Lestari Banten. “Produk kosmetik kami memang bernuansa Nusantara karena diambil dari sumber kekayaan di pelosok Negri.Semoga bisa diterima masyarakat,” Chabib Abdillah, direktur PT. HIS Kosmetik-Pemilik Natural Nusantara.
Diantara penonton hadir juga bikers seputaran Tangerang seperti MMC Outsiders Chapter Banten. “Sayang acaranya terlalu singkat. Usul kami digelar sampai malam,” tutur Abu Al Bantani, bikers yang mengaku telat hadir dan tidak utuh menikmati atraksi Zumba dan penampilan Band.
Mulai jam 3 sore, ratusan peserta sudah memadati arena. Lagu ber-beat dinamis menghentak termasuk beberapa lagu daerah yang di mix sesuai kebutuhan ritme zumbamania. Suasana semakin berwarna karena peserta memakai kostum yang beragam. Beberapa memakai pakaian adat Minangkabau, Batak, Aceh, Jawa sampai Papua. “Sekalian memperkenalkankan estetika busana Nusantara terutama di kalangan generasi muda,” jelas Tantin.












