SETELAH MUKTAMAR NU KE-35 OPTIMISME SONGSONG MASA DEPAN

 

Oleh: H.N FALAH AMRU – DPR RI

Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 telah usai. Sebagai nahdiyin, penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada KH. Yahya Cholil Staquf, ketua umum PBNU periode lalu atas dedikasinya. Beliau mencetuskan banyak gagasan brilian, membawa NU ke kancah global dan membuka cakrawala semua warga, baik kultural maupun struktural.

Dengan motto Merawat Jagad Membangun Peradaban, NU berani menyongsong abad kedua dengan optimisme tinggi, hadirkan kemaslahatan tak hanya bagi warga NU, tapi juga rakyat Indonesia, bahkan warga dunia.

Banyak pengamat ini langkah ambisius, keluar dari kebiasaan. Disampaikan fikih peradaban, humanitarian Islam, internasionalisasi NU, digdaya yang mengandalkan kemajuan dunia digital. Bahkan disusun Roadmad NU 2050, sekaligus mempersiapkan generasi emas kalangan santri di 2045.

Tentunya gagasan besar menghadirkan tantangan dan kritik yang besar pula. Di akar rumput, peradaban tak sepenuhnya dipahami dan tak terasakan secara langsung.

Nahdiyin secara khusus dan warga negara Indonesia masih berkutat pada hal keseharian: kesulitas ekonomi, mahalnya biasa pendidikan termasuk pesantren, issue disintegritas, masalah kesehatan, ketimpangan hukum sampai krisis spiritual yang mereka harapkan diatasi ormas keagamaan terbesar di dunia ini.

Harapannya NU hadir di tengah mereka sebagai kekuatan yang tak hanya besar dalam kuantitas tetapi kuat dalam kapasitas. Bagi mereka membangun peradaban masih jauh dari angan dan di luar pemikiran mereka.

Exit mobile version