Menuju Muscab PKB Surabaya, Gemasaba Surabaya : Turning Point untuk Hijaukan Surabaya

Abd. Hafidz dan barisan kader muda Jawa Timur, kepemimpinan Cak Syafak adalah kunci stabilitas. Mereka menilai Cak Syafak bukan sekadar politisi senior, melainkan mentor yang mampu merangkul berbagai elemen.
​”Kami mendukung penuh Cak Syafak untuk kembali memimpin. Beliau adalah sosok figur yang moderat dan mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai tradisional partai dengan dinamika politik modern di kota metropolitan seperti Surabaya,” ujar Abd. Hafidz dalam sebuah kesempatan konsolidasi.

​Narasi “Menghijaukan Surabaya” di tahun 2029 menjadi misi utama yang diusung oleh para kader pendukung. Target ini dianggap realistis mengingat rekam jejak Cak Syafak yang saat ini juga mengemban amanah strategis sebagai Ketua DPRD Jawa Timur. Posisi tersebut dinilai memberikan keuntungan elektoral dan daya tawar politik yang kuat bagi PKB di Surabaya.

Beberapa alasan utama dukungan untuk Cak Syafak meliputi:
​Kepemimpinan Moderat:
Mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman warga Surabaya.

Pengalaman Birokrasi & Legislatif:
Memiliki pemahaman mendalam tentang tata kelola kota yang dibutuhkan untuk memenangkan hati rakyat.

Inklusivitas Kader Muda:
Memberikan ruang bagi sayap partai seperti Gemasa untuk bergerak aktif melakukan penetrasi ke pemilih milenial dan Gen Z.
​Kesimpulan

Abd. Hafidz juga menegaskan Muscab kali ini menjadi titik tolak penting bagi PKB Surabaya. Soliditas adalah kunci Menuju PKB Surabaya yang lebih kuat, lebih hijau, dan lebih inklusif .

Baca Juga :  Golkar Institut Memulai Pelaksanaan Executive Education Program For Young Political Leader Batch 19, Ace Hasan: Golkar Institute Menjadikan Politik Lebih Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *