Penemuan ini menarik perhatian Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan Jawa Timur, yang menemukan fragmen keramik, tembikar, dan batu bata kuno. Fragmen keramik dan tembikar menunjukkan jejak peradaban kolonial dan kuno, sementara fragmen bata kuno menunjukkan peradaban masa lampau dengan ukurannya yang besar. Penemuan ini juga menyertakan tulang manusia yang diperkirakan hidup antara tahun 1430-1608, yang setelah uji DNA diketahui sebagai leluhur beberapa warga Jalan Pandean.
2. Rumah Lahir Bung Karno
Kampung Peneleh juga menjadi tempat lahir Ir. Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Rumah sederhana ini terletak di Gang Pandean IV No. 40 dan dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya pada 2013. Di dalam rumah ini, terdapat foto-foto, keterangan, dan karya digital yang menceritakan riwayat hidup Bung Karno.
3. Rumah HOS Tjokroaminoto
Rumah Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, terletak di Jalan Peneleh Gang VII, adalah tempat belajar tokoh-tokoh muda perintis kemerdekaan termasuk Soekarno muda. Rumah yang dibangun pada 1870-an ini memiliki nuansa klasik Jawa dengan empat pilar penyangga di bagian depan. Interior rumah menampilkan kursi kuno, foto-foto HOS Tjokroaminoto, dan ruang belajar tempat Soekarno muda pernah tidur.
4. Langgar Dukur Kayu












