Beberapa program yang dilakukan antara lain pembagian sembako secara rutin, pemberian beasiswa pendidikan hingga jenjang sarjana, pendampingan usaha bagi emak-emak agar tetap mandiri secara ekonomi, serta berbagai pelatihan keterampilan.
Siti Aisah yang juga merupakan kandidat Doktor dari STIE Indonesia Surabaya menilai, derasnya arus informasi di era digital tidak boleh membuat masyarakat melupakan persoalan utama yang dihadapi sehari-hari.
“Perdebatan yang ramai di media sosial tidak mengubah kenyataan bahwa masyarakat membutuhkan kebutuhan pokok yang terpenuhi, kesempatan untuk mandiri, dan dukungan agar mampu bertahan menghadapi kondisi ekonomi saat ini,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk ikut bergerak membantu warga yang membutuhkan.
“Gerakan peduli masyarakat harus menjadi tanggung jawab bersama. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, bisa menjadi berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan,” pungkasnya.
