Parenting Anak: Menghadapi Anak Menangis

  • Share
RA Al-Fithrah Surabaya mengadakan kegiatan parenting anak

Jatim1.com – Surabaya – Pada usia balita sampai kanak-kanak, orang tua akan sering menjumpai anaknya menangis. Menangis merupakan salah satu bentuk komunikasi dari anak. Hal itu bertujuan untuk mengungkapkan perasaan dan menyampaikan keinginan. Seperti halnya pertanda anak lapar, mengantuk, dan lelah dengan kondisi tertentu.

Orang tua harus mampu memahami keadaan yang dialami oleh anak. Perhatian yang lebih perlu dilakukan oleh orang tua, agar dapat memahami keinginan anak ketika menangis. Banyak sisi yang perlu ditafsirkan oleh orang tua dalam proses memahami anak.

Pembelajaran dalam proses memahami akan banyak diperoleh. Dari mencoba menenangkan anak, mendekap anak dengan penuh kasih sayang, dan sampai mencoba berbicara dengan anak secara perlahan. Memang masih banyak cara yang positif dalam menghadapi anak menangis, rumusannya hanya diketahui orang tuanya sendiri.

Pada kesempatan kali ini, lembaga RA Al-Fithrah Surabaya mengadakan parenting tentang anak pada tanggal (31/01/20). Walimurid dari lembaga yang menjadi pesertanya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan memfasilitasi orang tua untuk menemukan rumusan dalam menghadapi anak menangis.

Parenting tersebut mendapat respon positif dari wali murid yang hadir. Wali murid telah mendapat tambahan wawasan dan berdiskusi dalam konsep pengasuhan anak. Perkembangan anak perlu diperhatikan. Dikarenakan akan mempengaruhi control emosional di dalam diri anak di fase selanjutnya.

Seperti halnya anak ketika emosi apabila tidak dituruti keinginannya, maka akan marah dan menangis. Hal ini peran orang tua sangat besar. Orang tua harus mampu menyikapi, supaya anak dapat mengontrol emosi yang ada di dalam diri. Yang pertama dilakukan adalah bagaimana menenangkan anak tersebut. Kemudian bagaimana orang tua anak tersebut memberikan pengertian. Sehingga ketenangan dan pengelolaan emosional anak tersebut dapat dikelola dengan baik dan benar.

Jangan perlakukan anak dengan cara emosi, karena hal itu akan menambah suasana menjadi tidak baik dan tidak akan menyelesaikan masalah. Orang tua harus mampu memberikan contoh yang baik kepada anak, agar pada usia perkembangan anak selanjutnya mampu memberikan dampak yang positif untuk anak. (tita)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *