Generasi Muda Punya Ruang dalam Politik
Salah satu pesan yang disampaikan Mohammad Hatta adalah terbukanya ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam politik dan menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan nasional.
Menurut dia, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki keberanian untuk terjun ke dunia politik. Mereka juga perlu mempersiapkan kompetensi, kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan serta etika publik.
Keterwakilan generasi muda di parlemen sendiri masih menjadi salah satu isu dalam pembicaraan mengenai regenerasi politik Indonesia.
Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) mengenai Pemilu 2024 mencatat sekitar 15 persen anggota DPR terpilih berusia di bawah 40 tahun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian pada Pemilu 2009 yang mencapai 23,2 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai regenerasi politik tidak hanya berkaitan dengan usia, tetapi juga bagaimana partai politik menyiapkan kader muda untuk memiliki kapasitas dan kualitas kepemimpinan.
Karena itu, Mohammad Hatta mendorong mahasiswa untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini.
Berpikir kritis, meningkatkan kompetensi, membangun integritas, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan menjadi sejumlah bekal yang menurutnya penting bagi generasi muda yang ingin masuk ke ruang publik.
Kode Etik dan Tanggung Jawab Moral Partai
Sebagai Ketua Dewan Etik Partai Golkar sekaligus akademisi, Mohammad Hatta juga menguraikan pentingnya kode etik dalam kehidupan internal partai politik.
Menurutnya, kode etik tidak semata-mata dibuat untuk kepentingan organisasi partai, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab moral partai dalam menjaga karakter dan integritas kader yang nantinya dapat mengemban jabatan publik.
Ia menilai kekuatan kode etik tidak hanya terletak pada berat-ringannya sanksi yang diberikan kepada kader yang melakukan pelanggaran.
Lebih jauh, efektivitas kode etik bergantung pada konsistensi dan keadilan dalam penerapannya.
Ketika aturan etik diterapkan secara konsisten, kader partai memiliki pedoman yang lebih jelas mengenai batas-batas perilaku dalam menjalankan aktivitas politik dan jabatan publik.
Sebaliknya, penerapan yang tidak konsisten dapat melemahkan tujuan kode etik itu sendiri.
Dari Etika Menuju Kepercayaan Publik
Dalam pandangan Mohammad Hatta, etika politik memiliki hubungan dengan integritas pejabat publik dan kepercayaan masyarakat.
Ia menggambarkan hubungan tersebut sebagai rangkaian yang saling berkaitan: tanggung jawab etik melahirkan integritas jabatan, integritas memperkuat kepercayaan publik, dan kepercayaan masyarakat menjadi bagian dari legitimasi seorang pejabat publik.
Karena itu, pendidikan etika politik dinilai penting diberikan sejak seseorang masih berada dalam proses pendidikan dan kaderisasi.
Mahasiswa yang saat ini berada di ruang akademik merupakan bagian dari generasi yang pada masa mendatang berpotensi mengisi berbagai ruang publik, baik melalui jalur politik, pemerintahan, legislatif maupun profesi lainnya.
