“Bumbu dari kami telah didistribusikan ke Makkah dan Madinah,” kata Sidiq pada Kamis (6/6). Seperti diketahui, jamaah haji Indonesia terkonsentrasi di dua kota tersebut, sehingga layanan katering juga disiapkan dari dapur-dapur yang ada di Makkah dan Madinah.
“Kebutuhan total kami adalah 300 ton. Namun, dengan berbagai pertimbangan teknis dan administratif, kami bisa memenuhi sekitar 76 ton dari total kebutuhan tersebut,” tambahnya. Jumlah ini setara dengan sekitar 25 persen dari total kebutuhan bumbu yang harus berasal dari Indonesia.
Menurut Sidiq, proyek pengiriman bumbu ini adalah bagian dari program Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. “Ini adalah program TKDN, bagian dari inisiatif untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi,” katanya.
