Selain itu, dalam proses pembuatan seragam batik baru ini, Kemenag melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag, Hilman Latief, menyebutkan bahwa total kain yang diproduksi mencapai 700 kilometer, dengan asumsi setiap jemaah membutuhkan tiga meter kain.
Perubahan yang paling mencolok dari seragam batik haji Indonesia tahun ini adalah pada warna dasarnya. Warna hijau ungu yang menjadi ciri khas sebelumnya, kini digantikan dengan warna dasar ungu yang dihiasi dengan motif berwarna putih. Motif Sekar Arum Sari dipilih untuk menggambarkan keindahan dan keagungan Indonesia, terinspirasi dari bunga melati putih, kawung, truntum, songket, tenun, dan burung garuda.