Air Mata Seorang Ibu, Jeritan Keadilan: KOPRI PMII Surabaya Berdiri Bersama Korban Peluru Nyasar di Gresik

Bagi KOPRI PMII Surabaya, kasus ini bukan sekadar tragedi individual, melainkan persoalan serius yang menyangkut rasa aman masyarakat.

Organisasi perempuan mahasiswa ini menilai bahwa perlindungan terhadap warga sipil, khususnya anak-anak, adalah kewajiban mutlak negara yang tidak boleh diabaikan.

Nur Laila Fitria menegaskan bahwa KOPRI PMII Surabaya akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban yang nyata dari pihak terkait. Mereka menuntut investigasi yang transparan, perlindungan bagi korban, serta jaminan pemulihan medis dan psikologis bagi DFH.

“Kami tidak ingin tragedi ini berhenti sebagai kabar duka semata. Harus ada evaluasi serius dan langkah nyata agar tidak ada lagi anak-anak lain yang menjadi korban akibat kelalaian serupa,” lanjutnya.

Air mata Dewi Murniati menjadi simbol dari jeritan banyak ibu yang menginginkan satu hal sederhana: anak mereka aman. Ketika seorang anak terluka akibat kelalaian yang seharusnya bisa dicegah, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan individu, tetapi juga kepercayaan publik terhadap tanggung jawab negara.

Exit mobile version