Tahun pertama seharusnya menjadi masa adaptasi dan konsolidasi. Tahun kedua adalah masa pembuktian. Bunda Jawa Timur perlu menunjukkan bahwa kepemimpinannya bukan sekadar urusan branding atau pencitraan, tetapi keberanian menembus birokrasi yang kaku dan mengambil keputusan berbasis data, bukan popularitas.
Sudah waktunya kebijakan ekonomi benar-benar berpihak pada rakyat kecil: petani, nelayan, pelaku UMKM, dan pekerja informal—bukan hanya kepada industri besar yang sudah mapan.
Para petani harus disejahterakan melalui ketersediaan pupuk yang stabil dan penyerapan hasil panen yang memadai. Begitu pula sektor-sektor lain. Kami, masyarakat Jawa Timur, menanti kehadiran Bunda sebagai sosok ibu yang hadir untuk anak-anaknya—dengan perhatian nyata bagi masyarakat kecil di berbagai pelosok daerah.
