“Pada Batch-19 ini yang mendaftar ada 331 orang, dan ini terhitung paling banyak jika dibandingkan sebelumnya. Dari statistik kami, 62,5% pendaftar adalah profesional tidak terafiliasi partai politik, dan sisanya adalah kader Golkar. Bahkan beberapa peserta sudah menjabat, seperti satu wakil bupati dan sembilan anggota dewan,” jelas Razi.
Ia menambahkan, antusiasme tersebut menunjukkan bahwa baik kalangan profesional maupun mereka yang sudah duduk di kursi legislatif ataupun eksekutif sama-sama memandang pendidikan politik dan kebijakan publik sebagai sesuatu yang penting dan relevan untuk terus didalami.
“Baik yang sudah menjabat maupun para profesional menunjukkan antusiasmenya terhadap pendidikan politik dan kebijakan publik, ini menjadi sebuah indikasi meningkatnya minat terhadap pendidikan politik dan kebijakan publik,” ujarnya.
Sebagai pembuka acara executive education program ini, Golkar Institute menggelar dialog publik dengan tema Danantara and Its Impact on Indonesia’s Future. Hadir sebagai narasumber pada acara tersebut Reza Yamora Siregar, Chief Economist Danantara Indonesia; Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR FPG; Deni Friawan, Researcher in Department of Economics CSIS; dan Puteri Komarudin, Anggota Komisi XI DPR FPG, memoderatori jalannya diskusi tersebut.












